Home Bisnis MARKET ANALIS MARKET (09/7/2024) : IHSG Diperkirakan Tembus Resistance Terdekat, Namun Ada Potensi...

ANALIS MARKET (09/7/2024) : IHSG Diperkirakan Tembus Resistance Terdekat, Namun Ada Potensi Koreksi Terbatas

7
0

Beritamu.co.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Indeks S&P 500 dan NASDAQ Composite melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari Senin (08/07/24), ditutup pada level tertinggi sepanjang masa, masing-masing untuk sesi ke-empat dan ke-lima berturut-turut ; di tengah sentimen berhati-hati menjelang STATEMENT FEDERAL RESERVE CHAIRMAN Jerome Powell di hadapan Kongres dan data US Inflation penting minggu ini.

Powell akan berbicara di hadapan Senat dan DPR AS pada hari Selasa dan Rabu, di mana sebagian besar pernyataannya diperkirakan akan berfokus pada kebijakan moneter ke depannya.

Adapun Powell telah memberi sinyal pekan lalu bahwa meskipun The Fed telah membuat beberapa kemajuan dalam menurunkan inflasi, para pembuat kebijakan masih belum cukup yakin untuk mulai memangkas suku bunga.

Risalah pertemuan Fed bulan Juni memperkuat gagasan ini.

Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan pekan lalu memperkuat outlook pasar kerja tengah mendingin, memberi The Fed lebih banyak alasan untuk mulai memotong suku bunga.

Data Inflasi pastinya akan menjadi poin utama pertimbangan bank sentral dalam menurunkan suku bunga. Indeks harga konsumen (CPI) AS bulan June akan dirilis pada hari Kamis, dan diperkirakan akan naik 0,1% m/m dan 3,1% y/y.

CPI inti diperkirakan akan naik 0,2%.

Saat ini para investor memperkirakan peluang lebih dari 72% untuk adanya pemotongan 25 basis poin pada bulan September, naik dari peluang 57,9% yang terlihat pekan lalu.

Para pelaku pasar kuatir jika bank sentral menunggu terlalu lama untuk memotong suku bunga, pasar tenaga kerja akan semakin longgar dan ekonomi akan keburu terdorong memasuki resesi.

Selain ekspektasi suku bunga, fokus minggu ini akan tertuju pada MUSIM LAPORAN KEUANGAN KUARTAL KEDUA, yang akan dimulai dengan serangkaian laporan pendapatan bank besar seperti Citigroup, JPMorgan Chase, and Wells Fargo pada hari Jumat.

Pasar akan mengamati seberapa kuat laba perusahaan tetap bertahan di bawah tekanan suku bunga tinggi dan inflasi yang berkepanjangan.

Para analis sendiri memperkirakan rata2 perusahaan S&P500 akan membukukan kenaikan EPS sebesar 10.1% di kuartal kedua, naik dari 8.2% di kuartal pertama, sebagaimana yang di-survey LSEG.

Baca Juga :  PEFINDO angkat Heru Djojo Adhiningrat dan Muhammad Syahid sebagai Komisaris

MARKET ASIA & EROPA: JERMAN laporkan pertumbuhan negatif Ekspor & Impor mereka di bulan May, walau demikian Trade Balance mampu surplus lebih tinggi dari ekspektasi maupun bulan sebelumnya. Kepercayaan konsumen INDONESIA turun menjadi 123,3 pada bulan Juni 2024, dari 125,2 pada bulan Mei, terendah sejak bulan Februari, dengan hampir semua sub-indeks, termasuk kondisi perekonomian saat ini, prospek ekonomi, ekspektasi pendapatan, dan ketersediaan lapangan kerja semuanya menunjukkan penurunan, kecuali sedikit peningkatan pada ekspektasi pendapatan saat ini. Hari ini ada data pendukung satu lagi dari dalam negeri: Retail Sales (May) yang akan dilihat apakah mampu bangkit dari pertumbuhan negatif 2.7% di bulan June, merupakan keterpurukan pertama yang terjadi sejak August 2023 lalu.

POLITIK GLOBAL: Politik AS juga tengah menjadi topik hangat, di mana Presiden Joe Biden berada di bawah tekanan untuk mundur dari pencalonan presiden setelah kinerja debatnya yang buruk. Biden menolak untuk membatalkan kampanye pemilihannya kembali pada hari Senin, tetapi para investor bersiap untuk memikirkan skenario jika kandidat Demokrat lainnya muncul, which is Kamala Haris sang wakil presiden yang namanya telah disebut-sebut.

IHSG memang tengah stuck di area Resistance 7275 dari trend turun yang bergulir sejak tercapainya peak di bulan Maret lalu pada level 7455. Candle pola bearish reversal mulai bermunculan belakangan ini, yang mana terakhir kemarin berbentuk serupa Hanging Man, disertai oleh Foreign Net Sell sebesar IDR 138.31 miliar.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas merasa perlu mengingatkan para investor / trader untuk berhati-hati akan resiko pullback / konsolidasi sehat manakala Resistance ini terasa alot untuk ditembus, mengingat IHSG sudah lakukan pendakian ini selama 3 minggu.

“IHSG diperkirakan tembus Resistance terdekat, namun ada potensi koreksi terbatas,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Selasa (09/7).


https://pasardana.id/news/2024/7/9/analis-market-0972024-ihsg-diperkirakan-tembus-resistance-terdekat-namun-ada-potensi-koreksi-terbatas/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here