Home Bisnis MARKET Indonesia Perkuat Kerja Sama Sektor Migas dan Jajaki Pengembangan EBT dengan Norwegia

Indonesia Perkuat Kerja Sama Sektor Migas dan Jajaki Pengembangan EBT dengan Norwegia

7
0

Beritamu.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki potensi kerja sama dengan Norwegia di sektor minyak dan gas (migas), serta energi baru dan terbarukan (EBT). Sebagai mitra lama dalam sektor energi, penguatan kerja sama dengan Norwegia diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, saat membuka acara The 10th Indonesia-Norway Bilateral Energy Consultations (INBEC) di Jakarta, Senin (1/7/2024) menjelaskan, forum bilateral ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama bidang energi terbarukan, elektrifikasi, CCS/CCUS, dan hidrogen.

“Kami berkomitmen mendorong kolaborasi tidak hanya berbasis G to G, namun juga berbasis B to B. Kita akan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang investasi dan pengembangan kapasitas,” ungkap Arifin dihadapan Menteri Energi Norwegia Terje Aasland dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin, sejumlah pejabat eselon I di Kementerian ESDM serta seluruh pembicara dan delegasi dari Indonesia dan Norwegia.

Menurut Arifin, Norwegia merupakan salah satu mitra lama Indonesia di sektor energi, khususnya sektor minyak dan gas. “Oleh karena itu, sebagai komitmen untuk memerangi perubahan iklim dan bergerak menuju sistem energi berkelanjutan, Indonesia dan Norwegia akan bekerja sama di lebih banyak bidang kerja sama,” ungkap Arifin.

Arifin juga menyampaikan beberapa langkah nyata yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk bergerak ke arah energi berkelanjutan. Pertama, Indonesia telah mengembangkan peta jalan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di sektor energi pada tahun 2060. Peta jalan tersebut memberikan strategi transisi energi baik dari sisi penawaran maupun permintaan.

Adapun, strategi yang dilakukan antara lain percepatan pengembangan energi terbarukan, penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara, penerapan teknologi ramah lingkungan seperti hidrogen dan CCS/CCUS, pemanfaatan kendaraan listrik, biofuel serta penerapan langkah-langkah efisiensi energi.

Ia menambahkan, energi fosil khususnya gas, akan tetap menjadi bagian penting dalam transisi energi. Gas akan menjadi energi transisi dan dapat menghasilkan energi baru seperti amonia dan hidrogen. Implementasi teknologi rendah karbon seperti Capture Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) akan mengurangi emisi dan berpotensi meningkatkan produksi minyak dan gas.

Baca Juga :  Eddy Sariaatmadja Hibahkan 1 Persen EMTK Senilai Rp728,7 Miliar

“Pengalaman Norwegia yang luas di sektor energi menawarkan pembelajaran dan teknologi berharga yang dapat dibagikan kepada Indonesia. Indonesia terbuka terhadap kemitraan baru dalam praktik energi terbarukan dan energi berkelanjutan,” imbuh Arifin.

Menteri Energi Norwegia, Terje Aasland menyampaikan, meskipun minyak dan gas telah menjadi landasan kemitraan Indonesia-Norwegia selama hampir 30 tahun, namun pihaknya juga melihat bahwa energi terbarukan sebagai bagian yang semakin penting dari hubungan energi bilateral kedua negara tersebut.

Terje menjelasakan bahwa Norwegia sedang bekerja keras untuk membangun rantai nilai dalam CCS/CCUS offshore, serta ladang angin terapung skala besar. Pada saat yang sama, tenaga air yang bersih dan terbarukan dengan fasilitas penyimpanannya tetap menjadi backbone sektor listrik Norwegia.

Terje yakin bahwa Indonesia-Norwegia memiliki komitmen dan pandangan yg sama untuk transisi energi yang adil, yang menyediakan lapangan kerja dan manfaat ekonomi, menjaga lingkungan, dan menyediakan keamanan energi.

“Norway mempunyai teknologi, Indonesia punya sumber daya energi terbarukan, saya berharap lebih banyak perusahaan Norway yang berinvestasi pada proyek energi terbarukan di Indonesia,” harap Terje.

Mengakhiri sambutannya, Menteri Terje memandang Indonesia merupakan negara dengan sumber daya besar sehingga perlu menyusun iklim investasi yang baik. Ia yakin bahwa kedua negara dapat lebih berkolaborasi lebih di masa depan.

Pertemuan bilateral ini, juga ditandai dengan penandatanganan MoU on Collabarative Research and Education on Sustainable Geoscience and Energy Transition antara ITB dengan University of Bergen, dan MoU on Renewable Energy Projects antara Norfund’s Equity Investment dengan Tinfos, Xurya Pte Ltd dan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya.


https://pasardana.id/indonesia-perkuat-kerja-sama-sektor-migas-dan-jajaki-pengembangan-ebt-dengan-norwegia/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here