Home Berita Pilihan Marcus ungkap kesan pertama di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo

Marcus ungkap kesan pertama di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo

9
0

Jakarta (BeritaMu.co.id) – Pebulu tangkis ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon mengungkapkan kesan pertamanya saat tiba di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo pada hari Senin, yang ia nilai cukup nyaman dengan fasilitas seperti apartemen.

“Kesan pertama saya ya lumayan nyaman di sini. Pengalaman pertama juga saya tinggal di dalam perkampungan atlet. Bentuk ruangannya seperti apartemen. Satu apartemen diisi delapan orang dan satu kamar diisi berdua. Di luar toiletnya ada dua,” kata Marcus tentang kamarnya, demikian dikutip dari keterangan resmi PBSI, Selasa.

Di Perkampungan Atlet, seluruh kontingen Indonesia ditempatkan dalam satu lantai, di Lantai 16 Tower lima.

Pebulu tangkis yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo ini juga menceritakan suasana di Perkampungan Atlet yang sudah mulai ramai.

“Karena Olimpiade tinggal beberapa hari lagi, suasana di sini sudah ramai dengan para kontingen. Cukup seru tapi harus tetap jaga protokol kesehatan dengan ketat. Menjaga jarak, terutama ketika sedang makan,” Marcus menuturkan

Baca Juga :  Wapres minta Jateng perkuat hulu dalam penanganan COVID-19

“Suasananya berbeda pastinya, rasa Olimpiadenya sudah sangat terasa,” katanya menambahkan.

Tim bulu tangkis Indonesia hari ini dijadwalkan menggelar latihan perdana di Mushashino Forest Sport Plaza yang nantinya menjadi tempat pertandingan pada pukul 15.00 waktu setempat.

Tim bulu tangkis Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo 2020 sudah bergabung dengan anggota kontingen Merah-Putih lain di Perkampungan Atlet sejak Senin. Pasukan tepok bulu ini disambut langsung Chef de Mission (CDM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo Rosan P. Roeslani.

“Alhamdullilah tim bulu tangkis Indonesia sudah tiba di Perkampungan Atlet dan bergabung bersama kami. Tadi pelatih sempat katakan pemusatan pelatihan di Kumamoto lancar dan mereka berlatih dengan protokol yang sangat ketat. Pebulu tangkis kita juga mendapat pengalaman positif dari TC di Kumamoto,” kata Rosan.