Beritamu.co.id – Investor dapat menjadikan saham-saham dengan fundamental kuat untuk berlindung atau benteng dalam menghadapi sentimen tahun politik.
Menurut Kepala Riset Ekuiti Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer bahwa sepanjang Pemilu berlangsung sejak tahun 2004, 2009, 2014 dan 2019, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak memiliki pola yang tetap.
“Di tahun Pemilu memang akan terjadi sentimen mengenai Pemilu dan sebagainya, tapi pada akhirnya. kita melihat ujung-ujungnya harus lihat kepada fundamental,” kata dia dalam seminar bertajuk, ‘Jurus Investor Kejar Cuan di Tahun Politik’ di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/10/2023).
Ia malah menaksir, pertumbuhan laba perusahaan tercatat di bursa akan tumbuh 11,8 persen pada tahun 2024, atau meningkat dari tahun 2023 yang hanya 5,5 persen.
“Kita perkirakan kebijakan suku bunga tinggi akan melandai tahun depan. Sehingga akan ada pemulihan pertumbuhan. Dampaknya, EPS perusahaan tercatat di 2024 tumbuh 11,8 persen,” taksir dia.
Terlebih, jelas dia, valuasi IHSG berada di level 13 X, sehingga dampak kebijakan suku bunga tinggi tidak akan terlalu berdampak.
“Karena valuasi masih sangat murah. jadi kita mesti navigasi pasar modal dengan masuk ke sektor lebih defensif, lebih predictable earning-nya seperti saham-saham telco dan konsumer,” ungkap dia.
Senada, Kepala Ekonom Bahana TCW Investment, Budi Hikmat menyebutkan, bahwa dalam memilih saham dalam portofolio-nya dengan jurus ELVIS.
“E mewakili Earning. Jadi pilih saham yang menghasilkan laba. Kalau tak mau sahamnya menjadi Gocap,” kata dia.
Budi melanjutkan, investor juga perlu menimbang saham-saham dengan likuiditas tinggi sehingga mudah bernavigasi.
“Lalu pilih saham-saham valuas menarik. Kemudian perhatikan Interest dan sentimen,” pungkas dia.
https://pasardana.id/news/2023/10/27/saham-fundamental-kuat-jadi-pilihan-tahun-politik/