Beritamu.co.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (17/7), IHSG ditutup melemah 0,07 poin (-0,00%) ke level 7.224,22.
IHSG bergerak mixed ditengah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25%, sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Di saat yang sama, investor sedang menantikan rilis kinerja emiten sepanjang semester I 2024.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, dimana DJIA (+0,59%), S&P 500 (-1,39%), & Nasdaq (-2,76%).
S&P 500 & Nasdaq jatuh cukup dalam karena anjloknya saham microchip, di tengah potensi eskalasi konflik perdagangan AS dengan China, memperburuk rotasi yang sedang berlangsung dari saham-saham terknologi besar.
Pasalnya, pemerintah Biden sedang mempertimbangkan pembatasan perdagangan dengan China.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring adanya aksi jual investor asing. Investor hari ini akan mencermati rilis data Prompt Manufacturing Index (PMI) Q2-2024 dan Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha Indonesia Q2-2024,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (18/7).
https://pasardana.id/news/2024/7/18/analis-market-1872024-ihsg-diperkirakan-cenderung-tertekan/
Beritamu.co.id - Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan pada periode…
Beritamu.co.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (IDX: SMGR) atau SIG menjalin kerja sama dengan…
Beritamu.co.id - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 April 2025…
Beritamu.co.id - Yacobus Jemmy Hartanto selaku Komisaris dan juga Pengendali PT Jayamas Medica Industri Tbk (IDX: OMED) telah melakukan transaksi Pembelian…
Beritamu.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore akhir pekan ini, Jumat…
Beritamu.co.id– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (IDX:BBTN) terus melakukan penataan jaringan kantor sebagai…