Home Bisnis MARKET Bahlil Sebut Indonesia Jadi Pemain Pertama Ekosistem Baterai Mobil Listrik

Bahlil Sebut Indonesia Jadi Pemain Pertama Ekosistem Baterai Mobil Listrik

8
0

Beritamu.co.id – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pemain ekosistem baterai mobil listrik. Khususnya yang berbahan baku nikel.

Tidak tanggung-tanggung, proyek investasi ekosistem baterai dan kendaraan listrik ini senilai USD4,46 miliar (Rp71,36 triliun).

”Kami tanya di dunia sudah ada belum yang membangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi dari hulu, dari tambang sampai mobil. Ternyata belum ada, dan kita, Indonesia yang pertama untuk melakukan hal ini,” ujar Bahlil di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7).

Bahlil pum meyakini apabila semua tahapan dari mulai pertambangan sampai dengan mobil semua sudah siap dilakukan. Dia bilang, perjuangan untuk merealisasikan investasi ini membutuhkan upaya dan dukungan luar biasa dari semua pihak. 

Hal ini tentu saja menandakan babak baru proses peresmian pabrik baterai mobil listrik yang terintegrasi. 

“Total investasi USD9,8 miliar minus investasi dari Hyundai untuk mobil, kalau diakumulasi semuanya itu kurang lebih USD11-12 miliar. Ini adalah investasi terbesar untuk satu ekosistem yang ada di Indonesia, khususnya baterai sampai dengan mobilnya,” kata Bahlil.

Baca Juga :  Bappebti Ajak Pelaku Usaha Minyak Sawit Aktif Bertransaksi di Bursa CPO Indonesia

Pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik ini meliputi industri pabrik sel baterai untuk kendaraan listrik senilai USD3,2 miliar (Rp51,2 triliun).

Yang akan menyerap 2.800 tenaga kerja, di mana dalam fase pertama memiliki kapasitas produksi 10GWh dengan nilai investasi USD1,2 miliar (Rp19,2 triliun). 

Investasi lainnya yang juga diresmikan yaitu pak baterai (battery pack) senilai USD42,12 juta (Rp674,32 miliar). Dan roduksi kendaraan listrik USD1,22 miliar (Rp19,52 triliun).

Dari data Kementerian Investasi/BKPM, investasi asal Korea Selatan untuk periode 2019 hingga triwulan I 2024 mencapai USD13,9 miliar. Hal ini mencakup investasi hilirisasi pada industri petrokimia yang tercatat masuk dari Malaysia. 

Selama periode tersebut, Korea Selatan menempati posisi 7 negara sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia.

Sektor utama penyumbang investasi terbesar asal Korsel yaitu listrik, gas, dan air (21%); industri otomotif (18%); serta industri mesin dan elektronik (10%).


https://pasardana.id/news/2024/7/4/bahlil-sebut-indonesia-jadi-pemain-pertama-ekosistem-baterai-mobil-listrik/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here