Home Bisnis MARKET ANALIS MARKET (19/12/2023) : IHSG Berpotensi Bergerak Bullish

ANALIS MARKET (19/12/2023) : IHSG Berpotensi Bergerak Bullish

11
0

Beritamu.co.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, pasar saham AS flat cenderung naik dengan Nasdaq memimpin penguatan sebesar 0.61% didukung sentimen statement dari pejabat Federal Reserve yang sekali lagi menegaskan bahwa langkah berikut dari bank sentral AS bukanlah kapan pemotongan suku bunga akan dilaksanakan namun apakah kebijakan moneter saat ini sudah cukup ketat untuk membawa Inflasi ke Target 2%.

Walau demikian, pasar peuanham telah memperkirakan 63,4% peluang bahwa dapat terjadi pemotongan suku bunga pertama sebesar 25bps secepat-cepatnya pada FOMC meeting bulan Maret, seperti dilansir oleh survey CME Fed Watch.

Harga Minyak ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin (18/12/23) didukung oleh meredanya kekhawatiran mengenai over supply berkat Russia yang merencanakan pemotongan ekspor Minyak mentah 50.000 barrel lebih banyak per harinya (jika tidak lebih) ditambah gangguan cuaca belakangan ini telah menghambat pengiriman sekitar 2/3 ekspor Minyak Ural Russia; plus adanya serangan dari pihak militan Houthi Houthi atas kapal-kapal di jalur Laut Merah justru semakin menambah kekhawatiran akan adanya gangguan supply. Harga Minyak mentah acuan AS (WTI) ditutup naik 1,5% pada level USD72.47 / barrel, sementara kontrak Minyak Brent (Eropa) menanjak 1.8% di harga USD77.95 / barrel. Adapun kedua harga acuan tersebut berhasil membukukan kenaikan tipis pada pekan lalu, mematahkan kutukan turun selama 7 minggu berturut-turut, setelah keputusan rapat Federal Reserve yang terakhir memberikan arah yang lebih jelas untuk potensi pemotongan suku bunga tahun depan.

Lebih lanjut di pekan ini, para pelaku pasar akan menantikan sejumlah data yang akan dirilis Departemen Perdagangan AS yaitu US GDP kuartal 3 di hari Kamis, disusul Personal Consumption Expenditures (PCE) price index di hari Jumat yang akan menjabarkan pertumbuhan pendapatan dan belanja masyarakat, serta utamanya adalah sebagai ukuran tingkat Inflasi. Namun sebelum itu, malam nanti akan dipantau dahulu angka US Building Permits (Nov) and Housing Starts (Nov) yang akan sedikit memberi gambaran mengenai kesehatan sektor property AS saat ini.

Baca Juga :  Indolife Pensiontama Siap Dongkrak Modal Inti BINA Hingga Rp3 Triliun

Dari Benua Eropa, Jerman melaporkan pandangan iklim usaha yang masih belum begitu optimis dalam 6 bulan ke depan, tercermin dari German Ifo Business Climate Index (Dec) yang angka-angkanya masih drop di bawah ekspektasi dan posisi di bulan sebelumnya. Adapun sore ini Eurozone akan merilis angka CPI and Core CPI (Nov) yang diperkirakan akan mampu semakin mendingin masing-masing ke level 2,4% YoY dan 3,6% yoy (dari posisi masing-masing sebelumnya: 2,9% dan 4,2%).

Dari Benua Asia, keputusan bank sentral Jepang atas suku bunga di pagi ini akan memulai rangkaian acara penting bank sentral Asia sepanjang pekan.

Setelah adanya warning dari RSI negative divergence di area Resistance krusial 7200 yang tak kunjung tertembus, akhirnya IHSG harus menyerah juga ditutup di bawah Support MA10.

Uptrend ini masih bisa terjaga selama IHSG masih bergerak di atas MA20, seperti kejadian sebelumnya tanggal 13 Desember.

Analis NH Korindo Sekuritas menyarankan para investor/trader untuk menjadikan momentum pelemahan sebagai kesempatan untuk BUY ON WEAKNESS (bertahap).

“IHSG berpotensi bergerak Bullish,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Selasa (19/12).

 


https://pasardana.id/news/2023/12/19/analis-market-19122023-ihsg-berpotensi-bergerak-bullish/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here