Home Bisnis MARKET ANALIS MARKET (29/11/2023) : IHSG Diproyeksi Bullish

ANALIS MARKET (29/11/2023) : IHSG Diproyeksi Bullish

28
0

Beritamu.co.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Pasar saham AS akhirnya berhasil ditutup di teritori positif setelah melalui sesi perdagangan yang volatile pada hari Selasa (28/11/23) dengan Nasdaq memimpin penguatan ringan sebesar 0.29%, seiring para investor mencerna komentar yang berbeda dari beberapa pejabat Federal Reserve; sementara data ekonomi terkait perilaku konsumen menyumbangkan sentimen positif.

Fed Governor Christopher Waller menyatakan, bahwa ia semakin yakin tingkat suku bunga bank sentral saat ini cukup untuk membuat Inflasi turun lebih lanjut menuju target The Fed di level 2%.

Imbal hasil US Treasury turun karena pernyataan tersebut, dengan yield obligasi AS tenor 2 tahun turun hampir 12 basis poin menjadi sekitar 4,74%, sedangkan yield obligasi AS tenor 10 tahun turun 6 basis poin menjadi 4,330%.

Namun di lain pihak, Fed Governor Michelle Bowman masih menyarankan perlunya kenaikan suku bunga lanjutan untuk mengendalikan tingkat Inflasi.

Pelaku pasar menilai pendapat para pejabat The Fed yang kontradiktif ini terbilang wajar manakala The Fed mendekati akhir sebuah siklus kebijakan moneter.

Sementara itu, pasar keuangan juga telah memperhitungkan hampir 100% kemungkinan FOMC Meeting selanjutnya di bulan Desember akan membiarkan Fed Fund Rate tetap di kisaran 5.25% – 5.50%, seperti dilansir dari survey CME FedWatch.

Bahkan peluang akan adanya pemotongan 25 bps terjadi secepat-cepatnya di bulan Maret 2024 terdeteksi naik jadi hampir 33%, dari 21.5% di awal pekan ini; walau lebih banyak mayoritas pelaku pasar berharap pivot akan lebih mampu terealisasi di bulan Mei 2024.

Di sisi lain, musim belanja liburan telah tiba dengan lebih bersemangat, di mana survey dari National Retail Federation memprediksi konsumen akan belanjakan uangnya 5% lebih banyak di tahun ini.

Pemikiran ini akur dengan data Conference Board Consumer Confidence bulan November yang dirilis kemarin lebih optimis dari perkiraan, setelah 3 bulan sebelumnya turun berturut-turut.

Lebih lanjut di pekan ini, Department Perdagangan akan merilis estimasi kedua untuk GDP kuartal 3; beserta laporan Personal Consumption Expenditure index yang merupakan indeks acuan favorit The Fed untuk mengukur Inflasi, yang akan memberikan gambaran ke mana arah kebijakan moneter ke depannya.

Di belahan dunia lain, MSCI global stock index juga maju ke utara walaupun tidak demikian dengan Dollar Index yang justru jatuh ke titik terendah 3,5 bulan setelah komentar yang bervariasi datang dari pejabat bank sentral AS. GfK German Consumer Climate (Des.) dirilis lebih baik dari perkiraan walau masih berada di teritori pesimis. Bank of Japan merilis Core CPI di level 3.0% yoy, lebih rendah dari perkiraan maupun periode sebelumnya di level 3.4%. Bicara Consumer Confidence, Korea Selatan malah mempublikasikan Keyakinan Konsumen yang lebih pesimistis di bulan November pada tingkat 97.2 dibanding 98.1 pada bulan sebelumnya.

Baca Juga :  BEI Buka Suspensi Perdagangan Efek BUVA, SMKM, dan DPUM

KOMODITAS: dengan dukungan dari melemahnya US Dollar, harga EMAS naik 1.4% ke level USD2040.82/ounce menyentuh level tertinggi sejak Mei dan membukukan kenaikan 4 sesi berturut-turut. Demikian pula harga MINYAK memperoleh sentimen positif dari turunnya US Dollar serta dari kemungkinan OPEC+ akan memperpanjang masa pemotongan produksi dan/atau menambah besaran pemangkasan tersebut sebagai keputusan pertemuan mereka 30 November nanti; ditambah lagi adanya penurunan produksi akibat badai di Kazakhstan. Tak lupa pula adanya ekspektasi penurunan pada persediaan Minyak AS diharapkan bisa memberikan dukungan pada harga Minyak mentah. Kedua harga acuan Minyak mentah global terapresiasi di atas 2% pada perdagangan Selasa (28/11/23), menempatkan WTI pada harga USD76.41/barrel, dan Brent pada level USD81.68/barrel. Para trader melihat pertemuan OPEC+ ini akan cukup alot untuk mencapai kesepakatan di mana Saudi Arabia sebelumnya telah menuntut negara-negara anggota OPEC+ untuk menurunkan produksi. Walau Kuwait telah memberi sinyal untuk menyetujui hal tersebut namun tampaknya tidak demikian dengan beberapa negara lain.

Closing IHSG kemarin pada 7041.07 merupakan yang paling ciamik sejak Desember 2022, sedikit lagi hampir confirm menembus level Resistance kunci 7050 yang akan memuluskan jalan IHSG menuju TARGET (akhir tahun) 7130-7150. Secara teknikal, sikap nervous di area Resistance ini terbilang wajar terutama terjadi pada pekan yang sarat dengan data ekonomi yang sangat menentukan arah capital market ke depannya.

Oleh karena itu, best ADVISE yang bisa diberikan oleh analis NH Korindo Sekuritas adalah untuk lebih pertahankan sikap WAIT & SEE sambil perhatikan animo market; Average Up jika telah terjadi tanda-tanda bullish yang lebih mantap. Berdasarkan data Foreign Net Buy, tampaknya minat belanja asing pada saham-saham Indonesia telah meningkat signifikan sejak pekan lalu, membuat posisi beli bersih mereka saat ini berada sebesar IDR2.98 triliun (YTD).

“IHSG diproyeksi Bullish,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Rabu (29/11).

 


https://pasardana.id/news/2023/11/29/analis-market-29112023-ihsg-diproyeksi-bullish/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here