Jakarta, BeritaMu.co.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan sudah melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap bilyet giro (BG) yang disebutkan mencapai Rp 2 triliun.
Bilyet itu adalah sumbangan dari keluarga pengusaha Aceh, mendiang Akidi Tio, untuk biaya membantu penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) yang sepekan lalu sudah dipublikasikan di media massa, Senin (26/7).
Hasilnya, uang dalam bilyet giro tersebut dengan nilai fantastis itu tidak ada. Hasil pemeriksaan akan segera disampaikan kepada Kapolri dan Kapolda Sumsel.
“Sampai dengan kemarin sore [Selasa 3 Agustus], kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam Bilyet Giro itu tidak ada,” tegas Ketua PPATK Dian Ediana Rae, dihubungi BeritaMu.co.id, Rabu (4/8).
“Jumlahnya sangat jauh dari komitmen Rp 2 triliun. Hasil Analisis PPATK yang detail dalam waktu dekat akan disampaikan ke Kapolri dan Kapolda Sumsel,” jelasnya.
Menurut dia, sejak awal rencana sumbangan ini dipublikasikan, pihaknya sudah menaruh perhatian lebih.
“Sejak rencana sumbangan ini dipublikasi, PPATK sangat menaruh perhatian karena profile penyumbang yang tidak sesuai dengan jumlah yang akan disumbangkan, dan keterlibatan pejabat publik yang akan menerima [Kapolda Sumsel]. Keterlibatan pejabat publik seperti ini memerlukan perhatian PPATK agar tidak mengganggu nama baik yang bersangkutan an institusi kepolisian,” jelasnya.
Dia mengatakan hasil pemeriksaan ini penting agar masyarakat tidak terus berspekulasi. “Iya supaya masyarakat tidak terus berspekulasi, kasihan kan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk Eropa di London,periode 2010-2013 ini.
Sebelumnya, Dian memandang semestinya sumbangan seperti itu bisa dikoordinasikan dengan PPATK sebelum mempublikasikan aksi sosial ini.
“Untuk ke depannya menangani pemberian sumbangan seperti ini mestinya para pihak koordinasi dulu dengan PPATK sebelum mempublikasikan sumbangan-sumbangan seperti itu, kita kan bisa periksa dulu untuk memastikan kredibilitas setiap calon penyumbang dan menghindari spekulasi di masyarakat,” katanya, Senin lalu (2/8).
“Takut nya kalau tidak bisa terealisir, kan malah bisa mengganggu nama baik orang/lembaga yang terkait atau Pemerintah. Mudah-mudahan saja bisa terealisir ya,” katanya.
NEXT: Beredar Bilyet Giro Rp 2 T
Demikian berita mengenai Sumbangan ‘Bodong’ Rp 2 T Akidi Tio yang Dibongkar PPATK, ikuti terus update berita dari kami
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210805084938-17-266238/sumbangan-bodong-rp-2-t-akidi-tio-yang-dibongkar-ppatk
Beritamu.co.id - Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menginformasikan tiket kereta api…
Beritamu.co.id - Jap Astrid Patricia selaku Komisaris PT Prima Globalindo Logistik Tbk (IDX: PPGL)…
Beritamu.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Lembaga Keuangan…
Beritamu.co.id - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) kembali hadir dalam KPR BRI Property…
Beritamu.co.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group) (IDX: DOID), melalui anak…
Beritamu.co.id - PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material…