Home Berita Pilihan Ngeri Pantai Banyuwangi keluarkan ‘Darah’, Peneliti : fenomena alam

Ngeri Pantai Banyuwangi keluarkan ‘Darah’, Peneliti : fenomena alam

33
0
Ngeri Pantai Banyuwangi keluarkan 'Darah', Peneliti - fenomena alam

Banyuwangi -Beritamu.co.id – Sebuah video menunjukkan bahwa Pantai Grajagan mengeluarkan air merah seperti darah. Peneliti menyebut itu belum tentu fenomena harmful algal blooms (HAB) atau red tide.

Menurut dosen pertanian dan perikanan di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Mega Yuniarti, harmful algal blooms merupakan ledakan populasi alga. Suatu kondisi ketika populasi alga di dalam ekosistem perairan mengalami peningkatan dikarenakan perubahan kondisi lingkungan.

Ledakan populasi alga dapat menyebabkan perubahan warna pada ekosistem perairan dengan warna sesuai jenis alga. “Harmful algal blooms atau ledakan populasi dari fitoplankton. Nah, ledakan ini apabila warna merah dari jenis alga Pyrodinium bahamense,” ujar Mega kepada Beritamu.co.id, Selasa (3/8/2021).

Wilayah pantai, khususnya muara, kata Mega, menjadi lokasi pembuangan limbah pertanian dan domestik dari arah hulu, sehingga memungkinkan menyuburkan perairan dan menyebabkan ledakan populasi alga.

“Tentu ini menjadi hal yang buruk karena mengandung neurotoksin yang berbahaya bagi biota laut di sana. Bisa mati,” tambahnya.

Meski begitu, kata Mega, fenomena pantai keluarkan ‘darah’ di Pantai Grajagan belum pasti karena alga merah. Pasalnya, warna merah itu hanya muncul di beberapa titik saja.

“Sekilas dari video tersebut, kalau cairan merahnya gitu aja, belum bisa mastikan ya. Kalau misalkan di permukaan lautnya ada warna merah yang lain, itu mungkin bisa fenomena red tide atau harmful algal blooms. Itu memang dikarenakan populasi berlebih alga merah,” katanya.

Baca Juga :  Menko PMK ajak warga Papua percepat vaksinasi jelang PON

Selain warna merah yang menyebar di permukaan laut, ciri-ciri lain fenomena red tide adalah ikan yang berada di area tersebut banyak yang mati. “Fenomena red tide ini kan beracun. Jadi biasanya banyak ikan yang mati jika memang itu fenomena red tide,” imbuhnya.

Namun, jika cairan merah darah yang muncul hanya di beberapa titik dan tidak menyebabkan permukaan air laut berwarna merah secara masif, harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, video pasir pantai berwarna merah beredar di Banyuwangi. Cairan merah yang keluar dari pasir disebut-sebut seperti darah segar.

Video pantai keluarkan ‘darah’ tersebut disebut diambil di Pantai Grajagan, Banyuwangi. Video berdurasi 28 detik itu dibagikan melalui aplikasi percakapan dan media sosial.

“Pantainya keluar darah ini. Bagaimana ini di Grajagan ini. Lautnya keluar darah,” ucap perekam seperti dalam video yang dilihat Beritamu.co.id, Selasa (3/8/2021).

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5668262/soal-pantai-keluarkan-darah-peneliti-sebut-belum-tentu-fenomena-red-tide

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here