Jakarta, BeritaMu.co.id – Setelah keluar masuk zona merah, rupiah akhirnya sukses mencatat penguatan moderat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (2/8/2021).
Rupiah bahkan mampu menguat meski sektor manufaktur Indonesia mengalami kontraksi, dan pelaku pasar menanti nasib Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,03%, kemudian bertambah menjadi 0,07% di Rp 14.450/US$. Tetapi tidak lama, rupiah berbalik melemah 0,7% ke Rp 14.470/US$. dan terus bolak balik antara penguatan dan pelemahan.
Beberapa saat sebelum penutupan perdagangan, rupiah sukses mempertebal penguatan hingga berakhir di Rp 14.420/US$, menguat 0,28% di pasar spot.
PPKM level 4 akhirnya menunjukkan dampak yang buruk bagi perekonomian Indonesia. Pagi tadi, ISH Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dilihat dari purchasing managers’ index (PMI) merosot ke level 40,1 dari sebelumnya 53,4. Ini merupakan kali pertama PMI manufaktur mengalami kontraksi setelah sebelumnya berekspansi dalam 8 bulan beruntun.
“Peningkatan kasus Covid-19 menyebabkan pemerintah harus menerapkan PPKM yang membatasi mobilitas masyarakat. Efek dari kebijakan ini terjadi di sisi permintaan, produksi, dan tenaga kerja,” sebut keterangan tertulis IHS Markit.
“Gelombang serangan kedua Covid-19 telah memukul sektor manufaktur Indonesia. Selain gangguan produksi dan permintaan, dunia usaha juga mengalami hambatan dalam mendatangkan bahan baku.”
“Ketidakpastian yang meningkat juga membuat dunia usaha untuk mengurangi pekerja dengan laju tercepat sejak Juni 2020, meski banyak yang menilai ini hanya sementara karena penerapan PPKM,” sebut Jingyi Pan, Economics Associate Director di IHS Markit, seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Industri manufaktur merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari sisi lapangan usaha. Tahun lalu, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB dalah 19,88%. Sehingga kontraksi sektor manufaktur tentunya akan berdampak pada pelambatan pertumbuhan PDB.
Fokus utama hari ini tertuju pada nasib PPKM level 4, yang membuat rupiah berfluktuasi sejak awal perdagangan.
Pada 25 Juli lalu Presiden Jokowi yang mengumumkan langsung PPKM level 4 diperpanjang hingga hari ini, dengan beberapa pelonggaran. Hingga penutupan perdagangan hari ini, belum ada pengumuman resmi apakah PPKM level 4 akan diperpanjang tanpa pelonggaran, atau dengan pelonggaran, atau dihentikan.
HALAMAN SELANJUTNYA >>> Spekulasi Tapering Bikin Dolar AS Jeblok
Demikian berita mengenai Meski Nasib PPKM Level 4 Belum Jelas, Rupiah Libas Dolar AS!, ikuti terus update berita dari kami
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210802153716-17-265471/meski-nasib-ppkm-level-4-belum-jelas-rupiah-libas-dolar-as
Beritamu.co.id - Haryanto Sofian selaku Direktur Utama PT Perdana Karya Perkasa Tbk (IDX: PKPK)…
Beritamu.co.id - Perawatan kecantikan kini menjadi bagian penting dari keseharian banyak orang, baik dalam…
Beritamu.co.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 33,1 poin,…
Beritamu.co.id - Josef Kandiawan selaku Direktur Utama PT Ace Oldfields Tbk (IDX: KUAS) telah…
Beritamu.co.id - Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat…
Beritamu.co.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (22/11), IHSG…