Home Kuliner Korea Haejangguk, Sup Ampuh Penghilang Mabuk

Haejangguk, Sup Ampuh Penghilang Mabuk

24
0
Haejangguk,-Sup-Ampuh-Penghilang-Mabuk
sumber gambar:
Tastemade

BeritaMU.co.id – Korea Selatan memang terkenal dengan kecintaannya terhadap alkohol. Terlebih ketika pada tahun 1970an sampai 1980an perekonomian Negeri Ginseng ini perlahan membaik, sebuah budaya kemudian muncul. Budaya tersebut tidak lain adalah budaya untuk makan malam dan minum bersama rekan kerja. Budaya perusahaan yang satu ini masih bertahan hingga saat ini.

Di balik kecintaannya masyarakat Korea untuk minum alkohol, mereka juga memilki banyak rahasia cara untuk menghilangkan mabuk dengan cepat. Salah satunya dengan memakan haejangguk, sup penghilang mabuk yang ampuh. Di restoran bernama Cheong Jin Ok di Seoul menyajikan menu sup penghilang mabuk paling ampuh bernama haejangguk. Restoran yang dibuka pada tahun 1973 ini kini telah dipegang oleh generasi ketiganya yang bernama Choi Joon Young. Menurut penuturan pemilik restoran, haejangguk merupakan salah satu sup penghilang mabuk yang sangat berpengaruh dalam sejarah makanan Seoul.

Haejangguk terbuat dari rebusan tulang kaki, sanding lamur, dan intestin dari sapi yang kemudian dicampurkan dengan pasta kedelai dan gumpalan darah sapi. Seluruh bahan kemudian direbus dengan tambahan kubis selama 24 jam lamanya. Bahan-bahan yang digunakan dalam haejangguk seluruhnya merupakan bahan yang dapat membersihkan tubuh dari rasa mabuk.

Penyajian makanan di Korea juga sangat unik. Meja makan masyarakat Korea terdiri dari satu mangkuk nasi, satu mangkok sup, dan beberapa jenis lauk dari sayur, ikan, dan daging. Nasi dan sup disediakan masing-masing orang dalam mangkuk sendiri dan lauk pauk disediakan untuk semua orang. Dalam meja makan masyarakat Korea nasi dan sup tidak boleh dikecualikan, namun lauk pauk boleh ditambahkan atau dikurangi. Seperti itulah meja makan orang Korea yang selalu ada sup setiap kali makan.

Bagi orang Korea, hangejangguk merupakan santapan yang dapat melupakan udara dini hari yang dingin. Masakan sup daging, tulang, dan bagian dalam sapi dengan toge dan sayur hijau itu tidak kalah juga dari segi gizinya. Kini masakan itu sudah mulai kehilangan makna istimewanya tapi tetap menjadi masakan istimewa bagi masyarakat Korea.